Monumen Kapal Selam: Ikon Sejarah Maritim di Surabaya

Monumen Kapal Selam, sering disingkat sebagai Monkasel, adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang unik di Surabaya, Jawa Timur. Monumen ini menampilkan kapal selam asli yang telah diubah menjadi museum, dan menjadi saksi bisu dari sejarah penting Angkatan Laut Indonesia. Monumen ini merupakan simbol peran besar Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritimnya, terutama dalam misi pertahanan laut di masa lalu.

Sejarah Kapal Selam KRI Pasopati 410

monumen kapal selam

Monumen Kapal Selam menggunakan KRI Pasopati 410, kapal selam tipe Whiskey Class buatan Uni Soviet yang dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). KRI Pasopati dibangun pada tahun 1952 dan diakuisisi oleh Indonesia pada tahun 1962. Kapal selam ini memiliki peran penting dalam Operasi Trikora yang bertujuan untuk merebut kembali Irian Barat (Papua) dari penjajahan Belanda.

Kapal ini memiliki panjang 76 meter dan lebar 6,30 meter dengan berat 1.300 ton. KRI Pasopati 410 merupakan bagian dari armada kapal selam TNI AL yang pada masa itu digunakan dalam berbagai operasi militer, terutama di perairan Indonesia bagian timur. Setelah pensiun dari tugas aktif, KRI Pasopati dijadikan sebagai monumen untuk menghormati jasa para prajurit yang pernah bertugas di atasnya.

Monumen ini diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998 dan menjadi salah satu ikon wisata edukatif di Surabaya yang menarik banyak pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.

Apa yang Bisa Dilihat di Monumen Kapal Selam?

Monumen Kapal Selam menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk merasakan sensasi berada di dalam kapal selam sungguhan. Ketika memasuki Monkasel, pengunjung bisa langsung melihat dan menjelajahi ruang-ruang kapal selam, termasuk kabin kru, ruang kendali, ruang torpedo, dan lain-lain.

  1. Ruang Torpedo
    Di bagian depan kapal, terdapat ruang torpedo tempat senjata ini disimpan dan ditembakkan. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung torpedo yang digunakan dalam pertempuran laut, serta mekanisme peluncurannya.

  2. Ruang Navigasi dan Kendali
    Ruang ini adalah pusat operasi kapal selam. Di sini, pengunjung bisa melihat panel kontrol dan peralatan navigasi yang digunakan untuk mengoperasikan kapal. Pengunjung juga dapat mempelajari bagaimana kru kapal bekerja sama untuk menjaga operasi kapal tetap berjalan lancar di bawah permukaan laut.

  3. Kabin Kru
    Bagian ini menampilkan ruang tidur dan kehidupan sehari-hari kru kapal selam. Meskipun ruangannya terbatas, pengunjung dapat membayangkan bagaimana para awak kapal bertahan hidup di bawah laut dalam jangka waktu yang lama selama misi militer.

  4. Film Dokumenter
    Pengunjung juga dapat menikmati tayangan film dokumenter yang menampilkan sejarah KRI Pasopati, termasuk perannya dalam Operasi Trikora dan berbagai misi lainnya. Film ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang pentingnya kapal selam dalam pertahanan maritim Indonesia.

Fasilitas yang Tersedia

Monumen Kapal Selam juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung:

  • Area parkir yang luas dan mudah diakses.
  • Kafe dan warung yang menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung.
  • Toko suvenir yang menjual berbagai barang kenang-kenangan terkait sejarah maritim dan kapal selam.
  • Area taman di sekitar monumen yang cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan tepi Sungai Kalimas.

Lokasi dan Akses

Monumen Kapal Selam terletak di pusat kota Surabaya, tepat di tepi Sungai Kalimas, menjadikannya mudah diakses oleh wisatawan. Lokasi strategis ini memudahkan pengunjung yang ingin menjelajahi monumen serta mengunjungi objek wisata lain di sekitar kota.

  • Alamat:
    Jalan Pemuda No.39, Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

Monumen ini juga dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan seperti Plaza Surabaya dan WTC Surabaya, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan setelah berkunjung ke Monkasel.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Monumen Kapal Selam buka setiap hari, sehingga pengunjung bisa mengatur kunjungan mereka sesuai dengan jadwal yang fleksibel.

  • Jam Operasional:
    Setiap hari, pukul 08.00 – 22.00 WIB.

  • Harga Tiket Masuk:
    Harga tiket masuk cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 15.000 per orang. Pengunjung yang ingin menonton film dokumenter dikenakan biaya tambahan yang terjangkau.

Kesimpulan

Monumen Kapal Selam adalah destinasi wisata edukatif yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk memahami sejarah maritim Indonesia. Dengan menampilkan kapal selam asli yang pernah bertugas dalam misi militer penting, Monkasel memberikan penghormatan kepada para prajurit yang pernah bertugas serta memberi wawasan lebih dalam tentang peran Angkatan Laut Indonesia.

Bagi pecinta sejarah dan penggemar dunia militer, Monumen Kapal Selam adalah tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Surabaya. Selain sebagai tempat belajar, Monkasel juga menjadi tempat yang menyenangkan bagi keluarga dan anak-anak untuk menjelajahi dunia bawah laut tanpa harus menyelam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *